Teknik-Teknik Trading Morning Star Candle Dengan Indikator
Teknik-Teknik Trading Morning Star Candle Dengan Indikator

Teknik-Teknik Trading Morning Star Candle Dengan Indikator

57 View

home.kosongin.comTeknik-Teknik Trading Morning Star Candle Dengan Indikator. Ada banyak pedagang yang mendapat untung dari pergeseran harga atau pembalikan di pasar mata uang.

Meskipun mengidentifikasi titik pembalikan itu menantang, ini dapat diramalkan dengan memeriksa pola kandil pembalikan.

Nah, salah satu pola yang sering digunakan untuk mengidentifikasi pembalikan adalah lilin Bintang Kejora. Jika digunakan bersama dengan indikator yang tepat, pola candlestick ini akan menghasilkan hasil yang lebih akurat.

Teknik-Teknik Trading Morning Star Candle Dengan Indikator

Memahami Morning Star Candle

Tiga lilin digunakan dalam pola kandil yang dikenal sebagai Bintang Kejora Polandia. Munculnya pola ini menunjukkan pembalikan pasar yang positif dan sering digunakan sebagai sinyal untuk mencari peluang dari tanda-tanda kenaikan harga.

Pedagang harus terlebih dahulu dapat mengenali pola ini untuk menjalankan strategi perdagangan dari munculnya lilin Bintang Kejora. Gambar berikut menunjukkan bentuk Pola Bintang Kejora.

Pada dasarnya, pola ini dimulai ketika candlestick bearish yang merupakan bagian dari tren turun muncul. Lilin kedua mungkin berupa lilin kecil bullish atau bearish atau kandil dengan bentuk doji.

Baca Juga : Aplikasi Investasi Emas Oline Terpercaya

Akhirnya, lilin bullish yang lebih panjang dari lilin kedua membentuk kandil ketiga. Lilin ketiga ini juga memberikan bukti bahwa tren harga memang telah berubah dari bearish menjadi bullish.

Perdagangan harus memperhitungkan fluktuasi harga akun secara garis besar selain pengembangan pola candlestick.

Harga akan memasuki tren naik setelah pembentukan pola ini. Oleh karena itu, sinyal yang menandakan pembalikan bullish tidak dapat dianggap akurat jika pola yang cocok dengan lilin Bintang Kejora tidak berkembang pada akhir tren turun.

Pola Bintang Kejora yang muncul di level support adalah yang terbaik. Kedatangannya di wilayah ini berfungsi sebagai sinyal konfirmasi tambahan untuk membantu pedagang mengidentifikasi pembalikan secara akurat.

Karena dukungan biasanya merupakan zona yang secara historis telah melihat beberapa tes, harga memiliki kecenderungan untuk naik lagi setelah mengujinya.

Mengapa perlunya indikator?

Meskipun lilin Bintang Kejora sangat mudah dikenali, masih ada bahaya yang harus dipertimbangkan saat terbentuk.

Retracement, yang menunjukkan bahwa harga akan terus turun daripada naik, adalah salah satu bahaya yang paling signifikan.

Selain itu, pedagang akan kesulitan menemukan level untuk memulai posisi karena pola ini tidak dapat memberikan indikasi kekuatan sinyal. Pedagang dapat masuk pada tingkat yang kurang menguntungkan jika Anda membuat kesalahan.

Untuk memvalidasi indikasi pembalikan, pendekatan lilin Bintang Kejora biasanya membutuhkan bantuan indikator.

Baca Juga : Investasi Bisnis Yang Dapat Memberikan Keuntungan Besar

Akibatnya, pedagang dapat memprediksi kekuatan perubahan harga dan menentukan apakah itu pembalikan atau hanya retracement.

Indikator juga dapat membantu pedagang dalam menemukan posisi sehingga mereka tidak kehilangan uang dengan memperdagangkan pola ini.

Strategi Bintang Kejora sering menggunakan dua indikator. Indikator Stochastic, yang mengukur momentum atau kekuatan tren, adalah yang pertama.

Karena indikator ini dapat memberikan beberapa indikasi sekaligus, termasuk petunjuk bahwa tren akan berubah arah, sering digunakan bersama dengan sistem perdagangan lainnya.

Bollinger Bands adalah indikator kedua. Indikator tiga-band ini dapat digunakan untuk menentukan volatilitas harga dan arah tren. Pembalikan tren biasanya terjadi pada titik-titik ekstrem, khususnya Bollinger Bands atas dan bawah.

Memahami Strategi Morning Star Dengan Stochastics

George Lane menemukan indikator stochastic, yang memiliki dua nilai ekstrim 80 dan 20. Masing-masing level ini berkontribusi untuk mengidentifikasi titik oversold atau overbought aset.

Ketika grafik berada di atas level 80, ini menunjukkan keadaan overbought pada skala stochastic. Sebaliknya, pasar oversold ketika grafik di bawah level 20.

Selain itu, stochastic berisi dua garis sinyal: % K dan % D. Rata-rata bergerak%K ditampilkan pada garis%D.

Harga mungkin naik ketika sinyal % D dan % K menemukan persimpangan bullish di wilayah oversold karena pasar diperkirakan telah mendorong harga ke titik terendah.

Kesimpulan

Indikator ini dapat membantu pedagang dalam memperoleh indikasi pembalikan yang bertentangan dengan keadaan pasar oversold ketika digunakan bersama dengan pola Bintang Kejora.

Pergerakan harga emas relatif terhadap dolar AS dapat diamati berada dalam penurunan yang sangat signifikan pada contoh di atas.

Baca Juga : Cara Investasi Untuk Pemula Dengan Langkah Mudah

Garis Stochastic melintasi bullish dari area oversold ke sisi atas ketika pola candle Morning Star berkembang. Menurut analisis, harga langsung memasuki tren naik setelah munculnya dua tanda ini.

Demikian sedikit informasi yang menurut kami sangat penting didalam Teknik-Teknik Trading Morning Star Candle Dengan Indikator yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat, sekian dan terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *